Kebakaran Pangkalan LPG

Kebakaran Pangkalan LPG Di Lampung, Satu Orang Terluka Parah

Kebakaran Pangkalan LPG Di Bandar Lampung Pada Jumat Malam (20 Februari 2026), Mengakibatkan Satu Orang Mengalami Luka Bakar serius dan harus mendapatkan perawatan medis intensif. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran warga setempat tetapi juga mengundang perhatian pihak berwenang terkait keselamatan fasilitas bahan bakar yang berada di area pemukiman.

Detik-Detik Kebakaran Pangkalan LPG

Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.56 WIB di pangkalan gas LPG yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Gang Sutan Takdir, Kelurahan Kota Sepang, Kecamatan Labuhan Ratu. Api di laporkan pertama kali terlihat dari dalam kompleks pangkalan, lalu dengan cepat meluas ke seluruh bangunan permanen seluas sekitar 400 meter persegi. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak pemadam kebakaran setempat.

Mendapat laporan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung langsung mengerahkan 39 personel dan 9 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Karena kondisi bahan yang mudah terbakar dan sumber api yang cepat menyebar, petugas harus bekerja keras dan menghabiskan setidaknya 17 tangki air untuk mengendalikan serta memadamkan api. Api akhirnya berhasil di padamkan sekitar pukul 00.50 WIB, kurang lebih satu jam setelah pertama kali di laporkan.

Korban dan Kondisi Terbaru

Dari kejadian tersebut, seorang pemilik pangkalan bernama Iqbal Maulana (24) mengalami luka bakar sekira 50 persen di tubuhnya dan langsung di larikan ke RSUD Abdul Moeloek untuk mendapatkan perawatan medis. Menurut keterangan dari pihak rumah sakit, kondisi Iqbal masih dalam perawatan intensif dan prognosisnya terus di pantau oleh tenaga medis.

Selain Iqbal, tiga warga lain yang berada di dalam bangunan pangkalan berhasil di selamatkan oleh personel Damkar sebelum api menyebar lebih luas. Korban selamat ini berhasil di evakuasi dalam kondisi yang relatif baik dan tidak memerlukan perawatan lanjutan.

Diduga Penyebab Kebakaran

Berdasarkan keterangan awal dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan. Kebakaran di duga di picu oleh korsleting listrik pada instalasi di luar bangunan pangkalan. Api yang muncul kemudian dengan cepat merambat ke bagian dalam bangunan. Menyebabkan kobaran api semakin membesar. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih akan di selidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Dan tim teknis yang berwenang untuk memastikan apakah ada faktor lain yang turut memicu kejadian ini.

Risiko Kebakaran di Fasilitas LPG

Pangkalan LPG, yang menyimpan gas dalam jumlah besar dan berada di lingkungan padat penduduk. Memiliki risiko tinggi jika tidak di kelola dengan prosedur keselamatan yang ketat. LPG atau liquefied petroleum gas merupakan bahan bakar yang mudah terbakar. Sehingga standar instalasi listrik, ventilasi, dan sistem pemantauan kebocoran harus benar-benar di perhatikan.

Korsleting listrik, seperti yang diduga menjadi pemicu peristiwa di Bandar Lampung. Merupakan salah satu faktor yang sering menjadi penyebab awal kebakaran di fasilitas penyimpanan bahan bakar. Hal semacam ini biasa terjadi bila instalasi tidak layak, ada kabel yang aus. Atau beban listrik yang terlalu tinggi tanpa di sertai perlindungan yang memadai.

Kerugian Materiil dan Implikasi Sosial

Selain dampak terhadap kesehatan korban, insiden ini juga menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Di perkirakan mencapai sekitar Rp140 juta akibat kehancuran bangunan dan peralatan pangkalan. Serta kendaraan yang berada di dalam areal. Barang-barang seperti satu unit truk pengangkut gas dan satu sepeda motor turut terdampak karena terpapar panas api saat kejadian berlangsung.

Respons dan Saran Pihak Berwenang

Setelah kejadian ini, pihak Damkar Bandar Lampung mengimbau kepada pemilik fasilitas yang menyimpan bahan mudah terbakar, seperti LPG dan BBM. Untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara rutin. Serta memastikan tidak ada potensi risiko yang bisa memicu kebakaran serupa. Mereka juga menekankan pentingnya pelatihan dasar untuk karyawan tentang cara merespons kejadian darurat. Dan penggunaan alat pemadam kebakaran secara benar.